Ruang Luwuk – Lock Down Luwu Raya bakal berlangsung pada 23 Januari dan berpotensi melumpuhkan aktivitas lalu lintas di jalur Trans Sulawesi. Massa aksi merencanakan pemblokiran total sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah agar segera merespons tuntutan masyarakat di wilayah Luwu Raya.

Koordinator aksi menyatakan bahwa massa akan turun dalam jumlah besar dan menutup akses utama Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah. Jalur tersebut selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik, transportasi penumpang, serta pergerakan ekonomi antardaerah. Aksi ini bertujuan menarik perhatian nasional terhadap persoalan yang masyarakat Luwu Raya rasakan selama bertahun-tahun.
Baca Juga : Sekdaprov Sulteng Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan
Para pengunjuk rasa juga mengimbau masyarakat umum dan pengguna jalan agar mengantisipasi gangguan lalu lintas selama aksi berlangsung. Massa menyarankan pengendara mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan demi menghindari kemacetan panjang di titik-titik pemblokiran.
Aparat keamanan mulai menyiapkan langkah pengamanan guna menjaga situasi tetap kondusif. Polisi dan instansi terkait melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah serta perwakilan massa aksi. Aparat berupaya mengawal penyampaian aspirasi agar berjalan tertib tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
Melalui aksi ini, massa berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dan menghadirkan solusi nyata. Lock Down Luwu Raya menjadi simbol perlawanan masyarakat yang menginginkan keadilan, pemerataan pembangunan, serta perhatian serius terhadap masa depan wilayah Luwu Raya dan sekitarnya.